Kategori: Berita

Jeda transfer memasuki putaran kedua Liga 2 2017 benar-benar dimanfaatkan Persijap Jepara untuk menambah kekuatan. Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini sedikitnya mengontrak enam pemain baru untuk menghadapi sisa laga musim ini.

Keenam pemain baru tersebut adalah Tommy Oropka (penyerang sayap), Nurmufid Fastabiqul Khoirot (bek), Yusuf Wahyu Prayudha (kiper), Joko Tutuko (striker), Syahrul Romadhon (penyerang sayap) dan Redo Rinaldi (striker). Mereka pun telah didaftarkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

“Hal ini sebagai langkah kami untuk memperbaiki peringkat di klasemen. Semoga kedatangan pemain baru bisa membuat Persijap lebih baik lagi,” ungkap CEO Persijap, Esti Puji Lestari.

Tak hanya itu, batas pendaftaran pemain baru yang dibuka hingga 5 Agustus mendatang membuat manajemen Persijap masih terlihat intens dalam berburu pemain.

“Masih ada waktu dua pekan untuk menambah pemain baru. Jika memang ada pemain bagus dan sesuai rekomendasi pelatih, kenapa tidak?” tambah Esti.

Persijap akan mengawali laga di putaran kedua saat ditantang PSCS Cilacap pada Sabtu (22/7) mendatang di Stadion Wijaya Kusuma. Faumi Syahreza dan kawan-kawan saat ini masih tertahan di peringkat enam dengan raihan 9 poin, terpaut tiga angka dari posisi runner up yang dihuni PSCS.

 

Read Full Article

Persijap Jepara baru saja kedatangan sosok baru yaitu Denimar Carlos Jacintho. Pria asal Brasil tersebut menjadi rekrutan terbaru Laskar Kalinyamat pada jeda transfer di putaran kedua Liga 2 musim ini.

Manajemen Persijap mendatangkan Denimar untuk membantu kerja pelatih kepala, Fernando Sales pada putaran kedua. Sebagai asisten pelatih, pria kelahiran 13 Juli 1968 ini juga bertindak sebagai penerjemah.

“Denimar sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Hal tersebut menjadi pertimbangan kami menunjuknya sebagai pendamping Fernando (Sales). Disamping itu, ia juga cukup paham dengan sepak bola tanah air dan fasih berbahasa Indonesia,” kata CEO Persijap, Esti Puji Lestari.

Disisi lain, Denimar mengaku senang bisa bergabung dengan tim kepelatihan Persijap. Ia berharap kedatangannya bisa berdampak positif bagi perjalanan Faumi Syahreza dan kawan-kawan di sisa laga musim ini.

“Saya berterima kasih kepada Bu Esti yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bergabung dengan Persijap. Semoga kedepan kita semua bisa sukses,” ungkap Denimar.

Denimar sejatinya bukanlah sosok yang asing di kancah sepak bola tanah air. Sebagai seorang pemain, ia tercatat pernah tergabung dengan beberapa klub Indonesia sejak 2004 silam, diantaranya Barito Putera, Persiba Balikpapan, Persikab Bandung, Persisam Samarinda, dan Persipur Purwodadi.

Pada 2009, mantan pemain belakang ini memulai pengalaman barunya di dunia kepelatihan. Pria bertinggi 199 cm ini pernah menjadi asisten pelatih Persebaya 1927, Persija Jakarta dan Borneo FC.

Read Full Article

Manajemen Persijap Jepara dan pendukung Persijap yang tergabung dalam Jetman (Jepara Tifosi Mania), Banaspati (Barisan Suporter Persijap Sejati) dan CNS (Curva Nord Syndicate) melakukan penandatanganan ikrar damai di hadapan Kepolisian Resort Jepara pada Kamis (6/7) lalu di Mes Persijap.

Dalam ikrar tersebut, terdapat empat poin yang disepakati, kemudian ditandatangani oleh tiga pentolan suporter, manajemen Persijap, Panpel Persijap, serta Ketua Komandan Kodim Jepara.

Empat poin tersebut adalah:
1. Sanggup menjunjung tinggi sportifitas olahraga dan menerima apapun hasil pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara dan pertandingan lainnya pada masa mendatang dengan baik.

2. Sebagai manajemen dan suporter, kami bertekad menghindari pelanggaran hukum, baik hukum yang diatur oleh agama, negara dan adat istiadat serta aturan-aturan lainnya yang berlaku sebelum, selama, setelah pertandingan dan tidak mudah terpancing ajakan/ provokasi dari pihak manapun dengan tujuan yang tidak jelas dan merugikan orang lain.

3. Segala bentuk permasalahan yang timbul akibat kesalahpahaman dengan pihak manapun juga, kami wajib bekerja sama dengan pihak keamanan (Polri) untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan serta berupaya menyelesaikan secara musyawarah-mufakat dan tidak menjadikan masalah tersebut sebagai pemicu konflik yang lebih besar, namun tetap tunduk serta patuh pada hukum yang berlaku.

4. Senantiasa mendukung dan menjadi mitra yang baik dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Jepara.

Read Full Article

Dukungan langsung diberikan Patrick Sofian Ghigani terhadap Persijap Jepara. Pria Jerman yang pernah bermain di Bundesliga bersama SpVgg Unterhaching ini tengah berada di Jepara Pekan ini.

Kehadirannya ke Jepara atas undangan CEO Persijap, Esti Puji Lestari untuk memberikan coaching clinic kepada tim Persijap Junior dan Persijap Kartini yang diselenggarakan oleh Yayasan Citra Raga Selaras. Patrick datang bersama adiknya, Enis Ghigani yang saat ini juga menjadi pelatih.

Menurut pria asal Jerman ini, Persijap memiliki deretan pemain muda yang potensial dalam tim juniornya. Patrick yang sempat menjadi Marquee Player Cendrawasih FC di Liga Primer Indonesia ini yakin mereka bisa berkembang jika dilatih dengan baik.

“Persijap memiliki tim junior yang potensial. Saya senang dapat diberikan kesempatan untuk melatih mereka,” ungkap Patrick.

Persijap Junior sendiri juga sedang bersiap untuk menghadapi pertandingan leg kedua semifinal Piala Soeratin Jateng melawan PSCS Cilacap Junior pada Minggu (16/7) mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK). Pria 39 tahun ini berharap Persijap Junior dapat memenangkan pertandingan dan memastikan tiket ke babak final.

“Saat coaching clinic saya berikan motivasi kepada mereka (skuat Persijap Junior) agar bisa memenangkan pertandingan, dan mereka sangat bersemangat,” tambah pria 39 tahun ini.

Mantan gelandang Persiraja Banda Aceh ini juga tak lupa memberikan suntikan semangat kepada tim senior Persijap agar bisa bangkit dalam mengarungi lanjutan Liga 2 musim ini.

Klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini tercatat gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhirnya di kompetisi resmi. Persijap akan menjamu PSCS Cilacap pada Sabtu (15/7) sore di GBK.

“Saya akan datang ke stadion untuk memberikan dukungan langsung dan berharap Persijap dapat bangkit,” tandas Patrick.

Read Full Article

Sektor penjaga gawang tak luput dari perhatian tim pelatih Persijap Jepara. Guna lebih memperkokoh lini pertahanan, Laskar Kalinyamat menjajal eks kiper Timnas U-13 dan U-16, Yusuf Wahyu Prayudha.

Yusuf merupakan kiper kelahiran Pasuruan, 14 Maret 1998. Pemain bertinggi 183 cm ini sebelumnya bermain untuk Persekap Pasuruan dan PSBK Blitar.

Di level junior, ia pernah tergabung dengan Frenz United dan Persema Malang Junior. Selain itu, ia juga pernah memperkuat tim Pra PON Jatim.

“Status Yusuf masih sebagai pemain seleksi. Dia sudah berada di Jepara dalam tiga hari terakhir ini,” terang Direktur Teknik Persijap, Carlos Raul Sciucatti.

Seperti diketahui, Persijap saat ini telah memiliki dua kiper pada sosok Susanto dan Amirul Kurniawan. Namun tim pelatih merasa, memiliki dua penjaga gawang masih terlalu riskan, terutama jika salah satu dari keduanya mengalami cedera.

Selain Yusuf, Persijap direncanakan juga akan menyeleksi penjaga gawang lain, yakni M Umar. Kiper bertinggi 185 cm kelahiran 1992 ini sebelumnya pernah bermain untuk Persikutim Kutai Timur, Bontang FC dan Setda Bontang (Liga 3).

Read Full Article