Pernah Trial di Arsenal, Dani Raharjanto Cocok Dilatih Ghigani

Salah satu penyerang baru Persijap Jepara, Dani Raharjanto mengaku cocok dengan metode latihan yang diterapkan Patrick Ghigani selaku pelatih kepala Laskar Kalinyamat. Menurutnya, banyak ilmu yang ia serap dari pelatih asal Jerman itu.

Dani yang lahir di Grobogan pada 7 Desember 1996 ini resmi bergabung dengan Persijap sekitar awal bulan Maret, dan telah melakoni debut pada laga uji coba melawan Martapura FC di Stadion Gelora Bumi Kartini beberapa waktu lalu.

Pada laga tersebut, Dani bermain sejak menit awal sebagai striker. Meski tak mencetak gol, ia mengaku cukup puas, terlebih Persijap berhasil menang atas kontestan Liga 2 itu dengan skor cukup telak, 3-0.

“Saya sebenarnya lebih sering bermain sebagai gelandang sayap, tapi bisa juga sebagai striker. Ini merupakan tantangan baru bagi saya,” kata Dani yang musim lalu memperkuat PSIS Semarang ini.

Sejatinya, banyak tawaran yang datang kepadanya sebelum ia memutuskan untuk bergabung dengan Persijap. Lalu apa yang membuatnya memilih Kota Jepara sebagai pelabuhan karirnya yang berikutnya?

“Ada beberapa alasan saya memilih Persijap. Pertama, Persijap punya sejarah panjang di persepak bolaan Indonesia. Kedua, saya ingin lebih dekat dengan keluarga saya di Grobogan, dan ke-tiga, saya bisa tetap melanjutkan studi di salah satu Universitas di Semarang,” sambung pemain yang hobi memancing ini.

Disamping itu, kehadiran Patrick Ghigani sebagai sang juru taktik Persijap membuatnya semakin mantap menjejakkan kaki di Bumi Kartini.

“Materi latihan berbeda, dan banyak ilmu baru dari sepak bola modern yang bisa saya dapatkan dari Coach Patrick (Ghigani),” lanjut Dani.

Kendati begitu, Ghigani bukanlah pelatih asing pertama yang menangani Dani. Pasalnya, pada usia 15 tahun, atau tepatnya 2011 lalu, ia sempat menjalani trial di Akademi sepak bola Arsenal.

Selama menjalani trial di London, banyak pelajaran baru yang bisa ia petik, terutama dari faktor kedisiplinan.

“Jadi mulai dari latihan sampai pola makan, tidur sudah terjadwal semua. Apa yang harus kita lakukan sebelum dan sesudah latihan, dan banyak belajar hal-hal baru tentang sepak bola di Eropa. Waktu itu dari 18 pemain dari Indonesia, ada tiga pemain yang diminta trial di Akademi Arsenal, salah satunya saya,” ungkapnya.

Kedepan, Dani berharap bisa memberikan totalitasnya untuk Persijap dan saling bahu-membahu dengan rekan-rekan setim yang lain untuk mencapai target yang dicanangkan manajemen, yakni promosi ke Liga 2.

Bantu share ya!
Share on Facebook
Facebook
734Tweet about this on Twitter
Twitter