Manajemen Persijap Bangun Pondasi Tim Sepakbola Profesional wanita

0

persijap-kartiniSebanyak 70 pesepak bola wanita telah terdata dalam calon peserta seleksi Persijap Jepara Kartini yang akan dilakukan 20-24 Oktober mendatang di Stadion Gelora Bumi Kartini sampai Sabtu (24/9/2016) pagi. Manajemen Laskar Kalinyamat masih membuka kuota pendaftaran hingga peserta total terkumpul 100 orang.
CEO Persijap, Esti Puji Lestari mengatakan agenda ini dilakukan manajemennya untuk mendata pemain-pemain sepak bola wanita yang berbakat di Jepara dan sekitarnya. Target jangka pendeknya, Persijap akan mengikutsertakan tim utama hasil seleksi nanti untuk ikut di Bengawan Cup pada Desember nanti di Surakarta.

“Kami lakukan seleksi ini selain mencarai tim utama juga untuk bank data pemain sepak bola wanita. Tak hanya dari Jepara saja kami membuka pintu pemain dari daerah lain di Jateng. Ada target jangka pendek hingga jangka panjang dari usaha kami membentuk Persijap Karini ini,” ujar Esti kepada Tribun, Sabtu (24/9/2016) siang.
Selain turnamen terdekat, perempuan yang juga mencalonkan diri sebagai anggota Exco PSSI ini ingin membentuk turnamen sepak bola wanita sendiri. Pesertanya adalah lima sampai enam tim dari hasil pembagian total 100 pemain yang ditargetkan dalam seleksi tersebut.
“Jadi seleksi ini tak hanya untuk Bengawan Cup saja. Namun para pemain nanti setelah seleksi akan terus ikut latihan dan saya ingin ada lima sampai enam tim sepak bola perempuan di bawah manajemen kami. Nantinya kami akan bikin turnamen antar klub masing-masing,” imbuh Esti.
Dalam perjalanan seleksi ini, dia menyerahkan perekrutan pada Asisten Pelatih Persijap M. Yusuf. Selain itu suami Esti yang juga seorang pesepak bola Carlos Raul Scuciatti akan ambil bagian dalam seleksi nanti.
“Selain coach Yusuf yang sementara membantu dan suami saya, nanti saya akan ada pelatih kepala untuk tim sepak bola wanita ini. Ada beberapa calon dan akan saya interview beberapa waktu nanti,” kata Esti.
Target jangka panjang dari agenda ini, perempuan yang juga pengusaha tersebut ingin ada timnas Indonesia wanita yang kuat. Persijap Kartini ingin satu diantaranya yang menjadi pelopor dan bank data pemain untuk cita-cita ini.
“Timnas sepak bola wanita saya harapkan jadi muara apa yang kami awali ini. Kami ingin dari Jepara muncul talenta di sepak bola wanita untuk bersaing dikanca Asia Tenggara, Asia, dan dunia,” lanjut Esti.

Dia pun telah mempersiapkan anggaran untuk membuat mess bagi pemain sepak bola wanita di area Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Nantinya dia berharap segala kegiatan timnas sepak bola wanita bisa dilakukan di Jepara dengan segala fasilitas yang ada.
“Itu cita-cita kami. Sebab perkembangan sepak bola wanita di luar negeri sudah sangat bagus. Indonesia tidak boleh tertinggal jauh,” tandas Esti.
Sementara itu M. Yusuf mengatakan talenta yang sudah mendaftar kebanyakan punya basic olahraga, khusunya bermain futsal. Dia tidak mempermasalahkan sebab dasar-dasar sepak bola dan futsal hampir mirip.
“Mereka yang mendaftar punya modal dari futsal kebanyakan. Namun ada juga yang murni dari sepak bola. Ini merupakan jalan yang bagus sebab sepak bola wanita sudah lama vakum dan tidak terurus,” kata M. Yusuf terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *