Lagi, Pertandingan Persijap Dicederai Oknum Wasit

Langkah Persijap Jepara dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini kembali dicederai oleh oknum wasit. Terbaru, laga Persijap menjamu Persibat Batang pada pekan ke-13 yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (27/8) sore tak berjalan hingga selesai karena kericuhan yang disebabkan keputusan wasit Supriawan.

Wasit asal Malang tersebut membuat keputusan kontroversial dengan memberikan hadiah penalti kepada Persibat pada menit 90+3, karena menganggap pemain belakang Persijap melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Laga kedua tim awalnya berjalan dengan tempo sedang. Persibat berhasil unggul lebih dulu melalui gol Hapidin menit 28. Tendangan sudut Hapidin tiba-tiba berubah arah karena terpaan angin dan tidak bisa dihalau kiper Amirul Kurniawan. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Persijap kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui Tommy Oropka menit 51. Berawal dari tendangan sudut, penyerang asal Wamena itu berhasil memanfaatkan kemelut dengan menceploskan bola ke gawang Sendri Johansyah.

Berselang 12 menit, Oropka menggandakan golnya sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 2-1 bagi Laskar Kalinyamat melalui aksi gemilang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persibat dan tendangan kaki kanannya tak bisa dihalau Sendri Johansyah.

Sejatinya keunggulan 2-1 Persijap bertahan hingga selesainya waktu normal pertandingan. Wasit Supriawan pun memberikan lima menit tambahan waktu babak kedua.

Namun pada menit 90+3, wasit Supriawan memberikan hadiah penalti kepada Persibat, karena menganggap gelandang Jufri Usemahu melakukan pelanggaran terhadap pemain depan Persibat, Isaac Djobber.

Keputusan kontroversial wasit Supriawan mengundang protes keras dari pemain Persijap. Terjadi debat alot, hingga Persijap memberikan rekaman ulang video kejadian tersebut. Namun Supriawan bersikukuh tetap menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah pelanggaran.

Persijap pun masih tidak menerima keputusan Supriawan, hingga akhirnya pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena force majeur, suporter masuk ke lapangan dan wasit diamankan keluar dari stadion tanpa meniup peluit panjang.

“Tujuan kita ikut kompetisi adalah untuk membuat suasana kompetisi sehat, namun semua ini dicederai oleh oknum wasit,” ungkap CEO Persijap, Esti Puji Lestari.

“Tim kami dicurangi mulai tandang ke Banyumas meski kami menang 2-1. Laga away ke Batang juga seharusnya kami mendapatkan dua penalti, namun wasit tidak memberi. Kemudian saat tandang ke Sleman kami juga dikerjai wasit dengan hukuman penalti di ujung laga. Bahkan ketika kami main di kandang melawan Persibas, gol kami dianulir wasit, pemain kami dilanggar dikotak penalti dianggap angin lalu, dan puncaknya tadi kami dihukum penalti pada injury time babak kedua,” tandas wanita asal Sukabumi tersebut.

“Kalaulah kami kalah dengan fair akan kami terima. Tapi nyatanya? Kami ingin berkompetisi yang sehat, kami juga patuh pada regulasi PSSI dan operator liga. Terasa berat jika harus berkompetisi dengan cara seperti ini” ujar Esti dengan nada kecewa.